Anggota Komisi A DPRD Jatim Bersama Bakesbangpol Provinsi Kembali Gelar Sosialisasi Wasbang

NUSANTARATERKINI.COM, BLITAR – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim, SHi, MH kembali menggelar kegiatan pemberdayaan organisasi masyarakat dalam rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang), bertempat di Kampung Coklat, Selasa (05/12/2023).

Sosialisasi yang berkolaborasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim tersebut diikuti peserta dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blitar.

Andik Tri cahyanto, S. STP mewakili Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menyampaikan, bahwa organisasi kemayarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Organisasi kemasyarakatan hendaknya menjadi mitra konstruktif pemerintah dengan ikut berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melakukan pemberdayaan ormas di daerah, salah satunya seperti kegiatan Pemberdayaan Organisasi untuk penguatan Wasbang yang diadakan di Kampung cokelat ini,” jelasnya.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim, SHi, MH menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Wawasan kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas bersama kita semua sebagai warga negara Indonesia. Kita harus berperan aktif dalam memahami dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya

Sambung Tamim juga memberikan perhatian khusus terhadap dua isu krusial, yaitu radikalisme dan narkotika. Radikalisme dapat merusak keutuhan negara dan keberagaman masyarakat Indonesia.

Terhadap bahaya narkotika juga menjadi fokus dalam sosialisasi ini, pemuda Indonesia harus dijauhkan dari penyalahgunaan narkotika karena dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa.

“Pemuda adalah generasi penerus bangsa, kita harus menjaga mereka dari bahaya narkotika agar dapat berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa,” imbuhnya. (rd)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.