Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Ingatkan Pemprov adanya Penanganan Khusus Terhadap Titik Rawan Longsong

“Kejadian longsor hampir setiap tahun terjadi, terutama saat hujan intens. Dua titik rawan telah teridentifikasi, dan ada sekitar empat titik lagi yang memerlukan penanganan khusus,” ungkap Mohd. Gustiadi, yang akrab disapa Edi Tiger.

Edi Tiger menyoroti kurangnya drainase di beberapa bagian ruas jalan yang membuatnya semakin rentan terhadap longsor. Dia menegaskan perlunya tindakan cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu untuk melakukan peninjauan langsung.

“Sampai saat ini, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebong minim. Masyarakat merasa dianaktirikan, dan perlu ada perhatian lebih dari Pemprov Bengkulu. Dana Inpres dan Dana Bagi Hasil kelapa sawit juga belum dialokasikan untuk penanganan ruas jalan provinsi di Kabupaten Lebong ini,” tambah Edi Tiger.

Dia mendesak PUPR Provinsi Bengkulu untuk turun tangan dan mengatasi masalah ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat.(adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

You cannot copy content of this page