Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Anggaran PU-TR Kabupaten OKU Selatan, Dipangkas 88 Miliar Pasca Covid-19

Loading...

OKU Selatan – Nusantara terkini.com- Imbas pandemi Covid-19, anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dipangkas hingga 50 persen lebih. Pemangkasan itu, dilakukan guna mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PU-TR) Kabupaten OKU Seatan A.Farid Efendi, ST mengatakan, anggaran Dinas PU paling besar dipangkas, hingga mencapai 50 persen lebih.

Diketahui, APBD Tahun 2020 yang di peruntukan untuk pembangunan infrastruktur senilai 150 Milyar, dengan jumlah paket pekerjaan 189 paket pekerjaan.

“Namun, pasca pandemi Covid-19, maka jumlah paket pekerjaan untuk Dinas PU berkurang menjadi, kurang lebih 115 paket pekerjaan, dan juga ada yang terjadi penundaan pengerjaanya pada tahun ini, ” Ungkapnya, Senin ( 29/06/2020).

Kemudian, lantaran pandemi Covid-19 ini, telah dilakukan pemangkasan selama 2 Tahap, untuk tahap Pertama di pangkas senilai Rp. 33.000.000.000 Milyar, kemudian lantaran tak cukup, hingga turun intruksi kembali di lakukan pemotongan Tahap Kedua senilai Rp. 55.000.000.000. Dengan demikian, angaran APBD-PU untuk Infrastruktur yang di pangkas sebanyak Rp. 88.000.000.000 Milyar

Adapun penundaan, pengerjaan pembangunan Infrastruktur seperti, Rehab Gedung Camat, Gedung Dinas-Dinas, Gedung NU alami penundan pengerjaanya di tahun 2020 ini.

” Dan untuk, peningkatan ruas Jalan Banding Agung-Pulau Beringin terjadi pengurangan anggaran, dari angaran 14 Milyar di pangkas menjadi 5 Milyar, dan untuk peningkatan Jalan Kecamatan Warkuk-BPRT dari 5 Milyar menjadi 1 Milyar, ” Jelasnya.

Selain dari pada anggaran APBD Kabupaten yang mengalami pemangkasan, juga terjadi pada anggaran DAK yang kesemuanya ditiadakan, sehingga banyaknya kegiatan yang di tunda, karena anggaranya jika di lanjutkan pembangunan tidak mencukupi.

” Nantinya, untuk pekerjaan yang mengalami penundaan, maka akan di alokasikan pada Tahun 2021 mendatang.Karena, mengingat di Tahun 2020 sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan lagi,” tegasnya. (Suardi)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.