Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Andi Maulana : Rahayu Saraswati dan Ruhamaben Dilaporkan ke Bawaslu

Loading...

TANGSEL, NUSANTARA TERKINI.Com – Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI), Selasa (27/10) secara resmi melaporkan dua Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben, ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), atas dugaan melakukan tindakan pembohongan publik,

Presidium Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Andi Maulana mengatakan, Kedua calon Wakil Walikota Tangsel tersebut, berdasarkan fakta yang ada, diduga terindikasi telah melakukan pembohongan publik. Oleh karenanya JPMI melaporkan keduanya ke Bawaslu.

“Kami hari ini datang ke Bawaslu melaporkan calon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben. Kami disini melihat, kedua calon ini diduga terindikasi telah melakukan tindakan kebohongan publik, Tentu tindakan ini masuk dalam kategori pidana” katanya, usai melaporkan, Selasa (27/10) di Kawasan Serpong.

Sebelumnya Komisioner KPU Tangsel, Ahmad Mujahid Zen saat di konfirmasi, membenarkan terkait Calon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati dan Ruhamaben, hanya menyerahkan berkas pendaftaran, dengan mencatat jenjang pendidikan akhir, hanya sampai SMA.

“Gak nyantumin, itu Ruhamaben dan Rahayu Saraswati cuma nyantuminnya sampe SMA doang. Kemarin bilangnya, ribet katanya legalisir ijazahnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Diketahui, pelaporan JPMI tersebut, kata Andi, diterima anggota Bawaslu Tangsel, Riyadi Assomady, bernomor 031/PL/PW/Kota/11.03/X/2020. Adapun bukti pelaporan tersebut berupa, 1 buah print riwayat hidup atas nama Rahayu Saraswati dan Ruhamaben.

Diketahui dari banyak sumber, Rahayu Saraswati mengaku pernah belajar di Bachelor in Classics and Drama, University Of Virginia, Charloville, Virginia, Amerika Serikat dan Diploma in Screen Acting Postgraduate Level, International School of Screen Acting, London, UK, sampai jenjang Strata-1.

Sementara itu Ruhamaben mengaku setelah lulus di SMA Negeri 70 Jakarta, dirinya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi TU Delft di Belanda, sampai program Magister.

Sementara Kodiv Penangan Pelanggaran
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tangerang Selatan Ahmad Jajuli menjelaskan, Perinsipnya semua laporan yang terkait degan pemilihan kami terima.

“Selanjutnya kami mempunyai waktu 2 hari untuk melakukan penelitian berkas dan kajian awal, “kata jajuli selasa (27/10) saat dihubungi melalui Henpone.(Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.