Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Akui Petahana Kuat, Gus Firjaun Sempat Larang Ifan Ariadna Maju

Loading...

Jember, Nusantaraterkini.com – Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Jember KH.Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun mengaku, sempat melarang Ifan Ariadna (Bacawabup) untuk maju mencalonkan diri sebagai calon bupati Jember.Gus Firjaun menilai, sang petahana (dr.Hj.Faida MMR) yang kini memutuskan maju lewat jalur perseorangan diakui masih terlalu kuat untuk dilawan, sedangkan Ifan Ariadna sendiri pengalaman politik masih belum mencukupi.Sabtu, (5/9).

“Saya sampaikan sampean ini masih muda, pengalaman politik mungkin juga belum banyak.Sementara di jember ini kondisinya seperti ini, petahana mau maju lewat perorangan dan petahana masih kuat, ” kata Gus Firjaun disela-sela proses penyerahan berkas pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Jember bersama pasangannya Bacabup Hendy Siswanto pada Jumat siang kemarin.

Saran seperti itu ia sampaikan kepada Ifan Ariadna beberapa bulan silam, ketika yang bersangkutan sowan di kediamanya untuk minta doa restu mencalonkan bupati.Diketahui Ifan pernah nyantri di pesantren keluarga besar Gus Firjaun di Pesantren Mbah KH.Siddiq Talangsari Jember.

Gus Firjaun meyakinkan Ifan, semakin banyak pasangan calon yang maju bersaing memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati, maka semakin terbuka lebar peluang petahana untuk menang dan kembali menjadi Bupati Jember periode ke 2.

‘Saya sudah sarankan apakah kamu sebaiknya investasi dulu lah sekarang ini, lima tahun ke depan lagi, tapi ternyata dia punya pertimbangan lain, katanya ada tugas gitu aja, ” katanya.

Gus Firjaun menambahkan, kalau Ifan menganggap dirinya guru, tentunya murid yang baik itu murid yang taat mengikuti nasehat seorang guru.Meski demikian, Ia mengaku tidak mempermasalahkanya, karena hal tersebut merupakan hak masing-masing sebagai warga negara.

“Murid yang baik itu kan ya manut karo Gurune, tapi ternyata namanya politik ya dibalik, guru yang baik adalah guru yang memberikan kesempatan muridnya untuk berprestasi, bukanya ngajak bertarung, ini gimana, ” ucapnya.

Perihal keputusan Gus Firjaun ikut mencalonkan sebagai Wakil Bupati Jember, Ia beralasan, hanya mengemban amanah dari masyayih (guru), selebihnya tidak ada, namun Ia tetap berusaha.

“Konsekuensi dari itu saya ya berusaha, perkoro hasil gak iku urusane pengeran, saya santai saja (masalah berhasil atau tidak, itu urusan Tuhan, saya tenang saja ), ” kata Gus Firjaun.

Berbeda dengan pasangannya Hendy Siswanto dan beberapa partai pengusungnya, Gus Firjaun terkesan tidak optimis akan menang dalam kontestasi pilkada nanti dan menganggap politik adalah sebuah permainan.

Oleh karenanya, Ia tidak terlalu membebani dirinya harus menang.Karena soal menang atau kalah bukan tujuan dia.Katanya, yang penting berusaha, kalah pun tidak masalah bagi Gus Firjaun.

“Kalau di kelurga kami gak ada kegelisahan sama sekali, karena ndak ada beban kami-kami ini, harus menang ndak, kalah pun gak masalah kita, wong ini apa namanya permainan kan seperti itu, karena politik sebenarnya permainan, ” pungkasnya. (Tahrir).

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.