Terbit : 6 September, 2019 - Jam : 16:36

Aktivis Anti Narkoba Padangsidimpuan Kutuk Tindakan Oknum DPRD yang Kedapatan Bawa Bong

Loading...

Padangsidimpuan – Salah seorang anggota DPRD Kota Padangsidimpuan berinisial FH dari Partai Hanura kedapatan membawa alat isap sabu (bong) di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, beberapa hari yang lalu, masih jadi buah bibir masyarakat, Kota Padangsidimpuan.

Perbuatan FH itu sangat disesalkan masyarakat. Apalagi FH belum genap sebulan dilantik bersama anggota dewan lainnya dan belum berbuat sebagai penyambung lidah rakyat.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Wartawan Pemantau Polisi dan Jaksa (AWP2J), Herizon mengatakan walaupun hanya bong yang ditemukan dari koper FH, memandangnya jangan seperti memakai kaca mata kuda.

Dalam masalah narkoba negara saat ini dijelaskan Herizon, terus melakukan upaya melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap bahaya narkoba.

“Dari maraknya peredaran narkoba, harapannya di tengah-tengah masyarakat harus hadir sosok-sosok yang bersih dari namanya narkoba. Apalagi sosok tersebut orang berpengaruh sehingga bisa meminimalisir peredaran narkoba di lingkungannya. Ini malah seorang sosok terpengaruh terindikasi pemakai. Dari sisi tersebut saat ini pengguna narkoba tidak memandang usia maupun strata sosial. Untuk itu seharusnya kita mengerutkan dahi bila ada masalah menyangkut narkoba,” kata Herizon.

Dari kejadian itu jangan dianggap remeh dan harus diambil pelajaran, apalagi kejadian itu dari seorang publik figur yang dimata masyakat dia itu adalah jiwa yang bersih dan jauh dari negatif.

“Tentunya perangai FH, menimbulkan stigma negatif terhadapnya di masyarakat,” ujarnya.

Besar harapan Herizon, kejadian seperti itu tidak terulang lagi kepada siapapun khususnya pejabat negara.

“Dari kejadian menimpa FH. Kedepannya para pihak partai harus selektif merekrut bakal calegnya. Pihak penyelenggara pemilu juga kedepannya harus lebih ketat serta tegas dalam menjaring bakal caleg yang diajukan partai dan kepada masyarakat dalam memilih di pemilu legistif agar lebih cerdas memilih caleg,” tegas Herizon.

Sementara salah seorang penggiat anti narkoba, Ady Syahputra Husni, mengutuk keras perbuatan FH tersebut. Seharusnya FH dikatakan Ady, menjadi panutan bagi generasi muda Kota Padangsidimpuan.

“Sebagai wakil rakyat dan figur muda yang seharusnya menjadi panutan bagi generasi muda kota ini, perilaku si FH itu sangat memalukan dan kita kesalkan,” geram Ady yang menjabat selaku Sekretaris DPC. Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Padangsidimpuan.

Ditambahkan Ady, apalagi legislator paling muda dari Partai Hanura itu termasuk yang memperoleh suara terbanyak dan menjadi salah satu figur kaum milenial yang terpilih.

“Saya sebagai salah satu masyarakat Kota Padangsidimpuan sangat malu dengan kejadian ini,” keluh Ady. (Idham Siregar).

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.