Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Ada Lokasi Potensial Untuk Pertanian Terpadu di Lokasi TMMD Reguler Brebes

Loading...

Brebes – Upaya Meiharto (50), warga asal Dusun Kutagaluh RT. 03 RW. 02, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memanfaatkan limbah pertanian dan ternak untuk dijadikan pupuk organik ramah lingkungan, juga dibuktikannya langsung di lapangan, yaitu untuk memupuk tanaman jagung di lahan seluas 1 hektar miliknya, di dusunnya itu.

Pupuk organik itu dibuatnya sendiri dengan memanfaatkan limbah jerami padi, serbuk gergaji kayu, dan kotoran sapi, yang difermentasikan dengan penyemprotan dengan starter EM4, kemudian dikomposkan selama satu bulan untuk menjadi pupuk organik.

Keinginan memanfaatkan SDA di desanya untuk back to nature, dengan harapan ikut membantu program pemerintah yaitu swasembada dan ketahanan pangan.

Tampak kegiatan panen jagung secara simbolis di kebun jagung miliknya, seluas 0,5 dari 1 hektar, yang berada di Dusun Kutagaluh RT. 02 RW. 01, Kalinusu. Rabu (14/10/2020).

Acara di desa sasaran TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes itu, diprakarsai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, yang dihadiri petugas Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Bambang Priambodo, SP yang juga merupakan Ketua FKPPI Cabang Brebes, anggota FKPPI Rayon Bumiayu, Tim Jurnalistik TMMD Reguler 109 Brebes, petugas PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Bumiayu, para Gapoktan Desa Kalinusu dan Desa Kaliwadas, serta anggota Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 11 Paguyangan Kodim Brebes.

Disampaikan Meiharto yang juga selaku Ketua Poktan Sumber Tani Kalinusu, bahwa panen simbolis dikarenakan umur tanaman jagung hibrida miliknya itu baru 80 hari dari ideal 120 hari.

“Kami Poktan Sumber Tani Kalinusu, berupaya mengajak para petani lainnya, memanfaatkan limbah tani dan ternak untuk dijadikan pupuk organik sehingga dapat memangkas biaya produksi, mengembalikan kesuburan tanah, dan menjaga kesehatan hasil pertanian tanpa residu kimia,” ungkapnya.

Edukasi yang dipublikasikan melalui kegiatan TMMD Reguler 109 Brebes ini, diharapkannya dapat memotivasi para petani untuk lebih menyayangi lingkungan, atau paling tidak bisa dipraktekkan sendiri untuk pertanian di pekarangan rumah ataupun perkantoran masing-masing.

Dirinya juga siap mendukung upaya BUMDES 5 desa yang memiliki tanah bengkok di titik 1,2 jalan TMMD Reguler (Desa Kalilangkap, Kalisumur, Pamijen, Kaliwadas, dan Kalinusu), untuk menjadikan tanah kas desa gabungan seluas 35 hektar itu sebagai wisata pertanian terpadu, selepas TMMD Reguler, karena sudah adanya jalan selebar 4-6 meter, yang membentang dari Dusun Karanganyar menuju Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, sepanjang 2,2 kilometer, yang melewati tanah tersebut. (Aan)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.