Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

9 Orang Korban Perdagangan Tenaga Kerja di Pulangkan, Tiba Di OKU Selatan Pukul 01.30 Wib Dini Hari

Loading...

OKU SelatanNusantara Terkini.com Bentuk kepedulian Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) Selatan, Popo Ali terhadap warganya yang menjadi korban penipuan perdagangan tenaga kerja, hingga terlantar di Daerah Kalimatan tempat mereka bekerja, dengan menjemput secara langsung hingga membawa pulang ke kampung halamnya.

Awalnya, ke 14 tenaga kerja asal dari 3 Desa di kecamatan Muaradua ini berangkat pada bulan Maret kemarin, dengan tujuan sebagai tenaga kerja di PT. Perkebunan, bekerja sebagai tenaga kerja merawat dan pemiliharaan area perkebunan.

Sebelumnya, seorang Calo yang bernama Wahono mendatangi mereka dan mengajak, untuk bekerja di suatu perusahaan perkebunan dengan iming-imingan gaji yang besar. Kalau hanya, 10 juta dalam perbulanya itu hanya tidur saja, tidak usah kerja, ” ujar luky salah satu tenaga kerja, menirukan ucapan Wahono sebagai Calo dalam perdagangan tenaga kerja saat itu.

Sehingga, para tenaga kerja itu merasa tergiur dan mau diajak bekerja di suatu perusahaan perkebunan yang ada di pulau Kalimantan, tetapi apa yang diharapkan sebelumnya, tidak lah sesuai dengan kenyataan yang ada. Jauh berbalik seperti yang di katakan Wohono disaat mengajak mereka untuk bekerja disana.

Kemudian setelah setibanya di perusahaan perkebunan kayu PT. Silva, Wohono menyerahkan para tenaga kerja kepada Imam temanya, yang juga sama sebagai Calo di perkebunan disana, dari Imam lalu menyerahkan kembali kepada Yanto, seorang koordinator tenaga kerja hingga ditetapkan dengan lokasi pekerjaan yang terpisah- pisah.

” Melalui Yanto lah, para tenanga kerja itu kemudian mendapatkan pekerjaan, pemiliharaan perkebunan, dengan pekerjaan seperti menyemprot, menebas, dengan upah dalam setiap hektarnya sebesar Dua Ratus Sepuluh Ribu Rupiah, dikerjakan secara bersama, ” Ungkap Luky.

Ditengah, perjalanan waktu selama bekerja terasa janggal didapatkan dari perlakuan pihak perusahaan, mulai dari awal mereka mulai bekerja menerima pinjaman uang untuk kebutuhan oprasional, termasuk uang makan dengan menerima pinjaman uang sebesar 2 juta rupiah. Setelah satu bulan kemudian pinjaman tersebut berlibat ganda menjadi 21 juta, tetapi koordinator pekerja itu mengatakan uang pinjaman tersebut dianggap telah lunas dengan pekerjaan, yang telah mereka kerjakan selama satu bulan disana.

Demi kelangsungan, pekerjaan dan kebutuhan disana terpaksa para tenaga kerja tersebut, kembali meminjam uang yang secara Draktis pinjaman tersebut berubah berbunga cukul besar, selama tiga hari dari pinjamaan 1 juta menjadi 3 juta, hingga terus menerus selama mereka bekerja disana.

Karena tak tahan, dengan perlakuan yang diterima akhirnya Luky bersama ke empat temanya, yang satu kelompok denganya. Merencanakan kabur dari perkebunan tersebut. Namun tidak mudah untuk mereka melarikan diri dari tempat mereka kerja, karena lokasinya yang berada dalam hutan Belantara.

Sehingga dalam pelariannya, kelima warga OKU Selatan ini sempat tersesat selama 7 hari 7 malam di dalam hutan di daerah Tabang, guna bertahan hidup selama di hutan, mereka hanya memakan umbut-umbutan dan minum air yang ada di hutan.

Setelah selama seminggu berada di hutan, kelimanya berhasil keluar dari hutan di daerah Pelai daerah Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhirnya menemukan sebuah kampung kecil.

Dari bantuan, warga disana lah akhirnya kelima orang tersebut dibawa menggunakan truk dari Kecamatan Kota bangun menuju Tenggarong, ibu kota Kukar. Di Tenggarong mereka dipertemukan dengan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya (lKABES) Kukar, Arif Budiman dan ditampung di Sekretariat IKABES Kukar di Tenggarong.

Kemudian luky, bersama Ke Empat temanya bisa terbebas dari Area perkebunan itu, lalu mereka mengajak dan menelpon Ke Empat temanya yang masih berada di dalam lokasi perkebun
yang terpisah, untuk dapat bergabung bersama dan memohon diri kepada IKABES, untuk mempasilitasi mereka agar bisa terbebas dari kesengsaraan yang telah mereka alami, untuk dapat pulang ke kampung halaman mereka.

” Setelah, mengetahui kronologi dari kelima orang tersebut, kemudian Ketua IKABES Kukar selanjutnya menginfokan perihal warga OKU Selatan itu kepada pihak pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dalam hal ini Bupati OKU Selatan, ” Ungkapnya.

Setelah menerima laporan, dari IKABES mengenai ada warganya yang terlantar dan diperjual belikan sebagai tenaga kerja diperkebunan itu, kemudian Bupati Kabupaten OKU Selatan, Popo Ali, langsung begerak cepat, guna menjemput secara langsung warga OKU Selatan yang menjadi korban penipuan perdagangan tenaga kerja disana.

Setelah berkoordinasi, bersama Bupati Kukar dan pihak kepolisian disana, Bupati OKU Selatan Popo Ali, mengurus kepulangan Sembilan warganya yang mendapat perlakuan tidak baik, dari peristiwa perdagaan tenaga kerja ini.

Kesembilan tenaga kerja, segera dipulangkan dan tiba di Rumah kediaman Bupati OKU Selatan pada pukul 01.30 Wib Dini hari, Kamis ( 27/08/2020), yang dijemput dari Palembang dengan menggunakan BUS dari Pemda OKU selatan, setelah bertolak dari Kalimantan dengan menaiki Pesawat yang Transit dari Kalimantan, Jakarta-Palembang.

Setelah tibanya di Kabupaten OKU Selatan, pihak keluarga dari ke 9 tenaga kerja itu telah menunggu, yang didampingi Kepala Desa Mahanggin dan Kepala Desa Datar. Pendi salah satu dari tenaga kerja yang di pulangkan itu, mengucapkan rasa sukur dan terimakasih kepada Bupati OKU Selatan Popo Ali, yang telah menjemput secara langsung dan mempasilitasi kepulangan mereka, hingga tiba di tempat kampung halamanya.

” Tidak bisa dibayangakan, tiba dan berjumpa keluarga kembali. Kalau teringat dari perjalanan waktu mereka lari dari perkebunan itu, dan Alhamdulilah berkat kepedulian dan Koordinasi terus-menerus secara langsung yang dilakukan Bupati OKU Selatan, kepada pemerintah di Kalimantan, akhirnya mereka bisa terkondisikan disana hingga akhirnya Bupati menjemput dan membawa mereka pulangkan.

” Bupati juga telah berkomunikasi dengan Bupati Kukar, dan aparat kepolisian untuk mencari keberadaan kelima orang tersebut agar segera ditemukan dan bisa di pulang ke OKU Selatan, ” ujarnya.

Berikut nama- nama ke-9 tanaga kerja yang berhasil dipulangkan itu,
Imron Dusun III warga Desa Pendagan, Pendi Dusun II Desa Pendagan, Asan Basri III Desa Pendagan, Basuni Dusun III Desa Pendagan, Anton Juanda Dusun III Desa Pendagan, Anwar Dusun III Deaa Pendagan, dan Lucky dari Desa Mehanggin, Umar Hasan Dari Desa Datar, Aroji Kampung Sawa.(SR)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.