7O Orang Diduga Keracunan, Usai Santap Makanan di Pesta Pernikahan

NusantaraTerkini.Com, – Usai menyantap hidangan di Pesta Pernikahan, Sekira 70 warga Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban diduga mengalami keracunan, Minggu (17/04/18).

Diungkapkan salah satu korban, Rosmidar (60), saat berada di pesta itu, dirinya menyatap soto. Kemudian sekira pukul 11 malam, gejala keracunan mulai dirasakannya, merasa kondisi tidak enak, karena muntah-muntah dan diare, ia langsung dibawah oleh keluarganya ke RSUD Kota Bengkulu.

“Kalau saya asal mulanya jam 9 pagi, kita makan soto pakai cabe hijau, jam 11 malam mulai mual-mual terus muntah, Senin dinihari jam 2 langsung ke rumah sakit. Kalau saya masih mencret kalau mual-mualnya tidak lagi dan saya sudah 1 malam di sini,” ungkap Rosmidar, Selasa (17/4/18).

Lain halnya dengan Lia, ia memaparkan, setelah menyantap nasi di pesta itu, esok harinya sekira pukul 05:00 WIB pagi, dirinya mengalami muntaber. Namun Lia mengira bahwa ia hanya masuk angin saja. Setelah mendapati kabar dari tetangganya, Lia serta orang tuanya yang juga keracunan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Pertama kerumah sakit Kota, tapi penuh dengan pasien orang keracunan juga, jadi dibawah ke Tiara Sella, ternyata juga penuh. Di Bhayangkara juga penuh, akhirnya Lia sama ibu kini di Rumah Sakit M. Yunus,” ujar Lia.

Sementara, Kasi Pelayanan Medis dan Perawatan RSUD Kota Bengkulu Meidi Fazirin, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan makanan apa yang menjadi penyebab dugaan keracunan, namun pihak rumah sakit telah melakukan perawatan kepada seluruh korban yang berdatangan, baik yang punya BPJS maupun tidak.

“Kita telah layani serta tangani warga kota yang keracunan, yang ada BJPS kita layani serta mereka ini keracunan kayaknya dari makanan di pesta. Kalo makananmya jenis apa kita belum tahu” jelasnya.

Ditambahkan Meidi, pihak Dinas telah mengambil sample ke lapangan untuk memastikan penyebab keracunan tersebut. Sementara untuk Jumlah korban, yakni sekira 70 orang korban, baik anak – anak maupun orang dewasa. Dari jumlah tersebut, 10 orang korban lagi masih dirawat di rumah sakit.

“Orang dinas telah turun untuk mengambil sample kelapangan, gejalanya muntah dan mencret dan jumlah korban kurang lebih 70 yang masih dirawat sekarang sekitar 10 orang yang mulai masuk dari sore kemarin hingga pagi ini. Warga yang keracunan ini rata-rata tinggal di Belakang Pondok, ada anak-anak maupun orang dewasa” tambah Meidi. (Nindri/Cw2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page