39 Paket Ganja Kering Dan 6,9 Kilogram Vanili Ilegal Diamankan Satgas TNI Perbatasan

NusantaraTerkini.Com, Papua – Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berhasil menggagalkan peredaran Ganja dan vanili ilegal dari beberap oknum warga Negara Papua New Guinea (PNG) yang berusaha masuk ke wilayah Negara Indonesia.

Komandan Satgas Yonif PR 501 Kostrad
Letkol Inf. Eko Antoni Chandra dalam keterangan tertulisnya mengatakan, vanili ilegal seberat 6,9 Kilogram didaptkan Satgas saat melakukan patroli di disekitar hutan Perbatasan RI-PNG Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura, (25/7).

“Saat baru mau memasuki hutan, tim patroli Satgas melihat dua orang yang membawa tas sedang duduk di dalam hutan seperti yang sedang menunggu seseorang.

Melihat kedatangan tim patroli Satgas, keduanya langsung melarikan diri dan meninggalkan tas yang mereka bawa,” ujar Dansatgas.

Tim patroli Satgas pun langsung melakukan pengejaran, namun kedua oknum tersebut berhasil kabur ke wilayah Negara PNG.

Sementara razia personel Pos Kotis pun berhasil mengamankan seorang Warga Negara PNG berinisial TP (21) yang saat dilakukan pemeriksaan kedapatan membawa 29 paket kecil ganja kering dan 10 paket besar ganja kering siap edar dengan berat total 400 gram.

Dari pemeriksaan awal, TP berdomisili di Daerah Waromo, Papua New Guinea. TP mengaku bahwasanya ia mendapatkan ganja tersebut dari seorang temannya JN yang juga tinggal di Negara PNG.

“Ia berperan sebagai kurir dan rencananya ganja tersebut akan dijual kepada MA yang beralamat di Apeo Bengkel, Kota Jayapura,” tambahnya.

Barang bukti 6,9 kg vanili ilegal tersebut dibawa dan diamankan ke Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad untuk didata dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Karantina Pertanian Skouw.ll

Sementara tersangka TP telah diserahkan kepada pihak kepolisian di Skouw. (FNW)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.