3 Saksi Meringankan Gus Samsudin Dihadirkan dalam Sidang Kasus Konten Tukar Pasangan

Blitar – Tiga orang saksi yang meringankan terdakwa Samsudin (Gus Samsudin) dihadirkan dalam sidang perkara pelanggaran ITE konten tukar pasangan. Persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Blitar itu berlangsung pada Rabu (12/06/2024).

Ketiga orang saksi itu yakni yakni 1 orang admin konten Gus Samsudin, 1 orang warga sekitar pondok Gus Samsudin yang melihat konten, dan 1 orang warga Malang yang melihat konten yang viral tersebut.

Persidangan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Ari Kurniawan, serta Muhammad Iqbal dan M Syafii sebagai anggota.

Tim Kuasa Gus Samsudin Imam Slamet, SH. mengatakan, dari dua saksi yang dihadirkan yakni 1 orang warga sekitar pondok Gus Samsudin, dan 1 orang warga Malang yang melihat konten tersebut mengaku bahwa konten yang dibuat Gus Samsudin itu untuk edukasi.

“Dari dua orang saksi yang melihat konten itu tadi, kesemuanya menyatakan bahwa konten Gus Samsudin itu pada intinya edukasi,” kata Imam Slamet.

Imam menyampaikan, potongan video Samsudin yang digunakan sebagai barang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Padahal potongan-potongan video itu tidak utuh. Sehingga menyimpang dari isi konten keseluruhan.

“Barang bukti yang diajukan JPU itu adalah potongan-potongan video. Jadi bukan video secara utuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika melihat video utuhnya, apa yang disampaikan Gus Samsudin itu ajarannya bagus, tapi jika melihatnya potongan-potongan seakan-akan Samsudin mengajarkan hal yang tidak benar.

“Jadi Gus Samsudin ini korban dari video yang dipotong-potong tadi.   Makanya nontonnya harus utuh,” imbuhnya.

Diungkapkannya, fakta persidangan menurut kedua saksi yang melihat konten, bahwa Gus Samsudin justru memberantas aliran sesat bukan mengajarkan aliran sesat.

“Jadi dengan menghadirkan saksi-saksi itu, akan meringankan Gus Samsudin,” pungkasnya.

Sementara Humas PN Blitar, Muhammad Iqbal Hutabarat, SH., MH. mengatakan, dalam sidang kali ini pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa. Sebelumnya dilakukan sidang pemeriksaan saksi mahkota, saksi ahli yang diajukan penuntut umum.

“Sidang kali ini, kita memberikan kesempatan pembuktian dari penuntut umum dan kita berikan pembuktian kepada terdakwa itu sendiri. Tujuannya agar pembuktiannya berimbang,” katanya.

Iqbal menambahkan, Majelis Hakim memberi kesempatan yang sama kepada kedua belah pihak. Artinya pihak penutut umum dan pihak terdakwa.

“Jadi setelah pembuktian dari kesempatan yang diberikan kepada penuntut umum, juga kita berikan kepada pihak terdakwa. Jadi sama, apakah nantinya menghadirkan saksi yang meringankan dan menghadirkan saksi ahli juga,” imbuhnya. (*)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.