25 Tahun Kebal Bau Sampah, Warga Sekitar TPA Rawa Kucing Minta Pembebasan Jangan Ditunda

Tangerang,NUSANTARA TERKINI. Com – Sedikitnya 8 pemilik Tanah dan rumah, bersebelahan Tempat Pembungan Akhir (TPA) Sampah Rawa Kucing Neglasari Kota Tangerang tak punya pilihan lain kecuali ‘menikmati’ bau busuk, sakit kulit, gatal – gatal dan sesak napas, Akibat Air limbah dari matrial Gunungan sampah.

Pernah berpikir, Sebentar lagi kami akan bebas dari ancaman Sampah dan tinggal ditempat yang nyaman, pada 17/8/2020 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas DLH telah mengundang warga yang memiliki tanah dan rumah bersebelahan Persis dengan TPA Rawa Kucing.

Undangan DLH itu, Pemberitahuan pembebasan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Area TPA, para pemilik rumah dan tanah Sebanyak 8 warga yaitu Lening, Haryanto salim,Wie lani, Lim Ponio, Nesih, Wie Soni, Riman bin ecang dan Haris.mereka semua datang mengikuti rapat bertempat di Aula kantor kelurahan Kedaung wetan

,”Ungkap Bambang Wahyudi kepada Awak Media Nusantara Terkini.Com di kawasan Neglasari Tangerang (rabu 27/1/2021)

Kegiatan itu, Ada Pemaparan dari Ketua Pengadaan pembebasan Lahan TPA bernama Eka dan dihadiri oleh Hery, kepala Bidang Lingkungan Hidup, DLH dan Khalik Ferdiansyah Lurah Kedaung Wetan, Harmen selaku Konsultan.” Kabid hery menyampaikan akan dilakukan pembebasan tanah dan rumah pada tahun 2021.

“Namun Pupus, harapan terbebas Bau sampah dan hidup nyaman terkait, informasi dari paman kita Edhi Chandra, Ketua RT 05 bertemu dan mendapat penjelasan,Bahwa DLH sementara waktu,hanya dapat membayar tiga bidang tanah dan rumah,”bernama Eka itu berdalih anggaran DLH untuk pembebasan hanya ada 8,- milyard keterangan itu di Kantor Iqbal kepala UPTD TPA Rawa Kucing pada 22/1/ 2021.

Dia mengeluhkan, Lalu bagaimana nasib keluarga kita semua disini selama 25 tahun dari tahun 1992 hingga 2021 saat ini setiap hari terkena imbas dari Air Bau Busuk yang datang dari berbagai material Gunungan Sampah itu.

“Keluarga kami bukan sampah, tapi manusia, Nenek moyang dan kami juga lahir disini,”ia menegaskan, jangan buat kami semangkin hina dan bertambah miskin,”Pasalnya walikota yang sekarang dan Wawali hampir Berakhir masa dua periode sebagai Walikota dan Wawali di Pemkot Tangerang, hanya buat janji tanpa Realisasi.”ucap nya lantang

Informasi berkembang di RT 05 itu warga akan melakukan Demontrasi di depan TPA Rawa kucing agar tanah dan rumah segera dibayar

Sementara Edhi Chandra, Ketua RT 05/04 Kel Kedaung wetan yang memiliki Rumah dan tanah seluas 430 meter mengatakan, Udah kebal dengan bau busuk dan berbagai penyakit kulit dan sesak napas, bahkan semua perabotan dan baju semua beraroma Bau busuk karena saluran dan Air berwarna hitam mengalir kerumah kami dan tidak jarang air hitam bau itu keluar dari sela – sela keramik lantai rumah.

Semenjak ada TPA ini, Kami tidak pernah mendapatkan kompensasi uang kebauan dan hanya mendapat aliran Air PDAM itupun baru berjalan dua tahun.

Kami sebagai saksi, Bagaimana awalnya TPA ini, mengumpulkan sampah di lubang-lubang bekas galian Kedalaman 5-15,- meter kemudian ditimbun dan lantas jadi gunungan Sampah di arena TPA Rawa Kucing

Sebelum ada TPA ini, Dulu kami sempat merasakan minum dan mandi disumur, tidak seperti saat ini Bau Air sampah menempel di semua perabotan rumah dan baju keluarga kami disini.

“Sekian lama mendambakan hidup sehat memiliki rumah dan halaman tidak Bau Air limbah sampah,walau selama ini menunggu, dan bersabar Namun kali ini, Kami sudah tidak mampu bertahan lagi karena gunungan sampah sudah sangat tinggi dan tidak ingin ditunda lagi pembebasan tanah dan rumah ini, untuk itu kami mohon kepada pak Gubernur Banten Wahidin Halim agar memberikan solusi yang terbaik untuk segera membayar tanah dan bangunan dengan harga yang dapat membeli tanah dan rumah di tempat yang nyaman,”harap nya.

Kota Tangerang Rabu 27/1/2021

Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.