100 Hari Kinerja Ben – Pilar, Dosen UNPAM : Apa Kabar Walikota Tangerang Selatan

Oleh Rahman Faisal, S.S., M.M. Akademisi dan Praktisi Ekonomi

TANGSEL, Nusantaraterkini.com – Hal pertama yang disampaikan, Tanggal 26 April 2021 Ben, – Pilar resmi dilantik Gubernur Banten dan mengemban estafet Kepemimpinan Airin – Ben yang purna tugas. Kini setelah 100 hari semenjak pelantikan Ben – Pilar, apa kabar Tangsel

“Ada 3 hal yang dapat disorot dari Program Kerja Ben – Pilar dalam 100 Hari kerjanya yaitu itu dibidang Kesehatan (Penanganan Covid-19) disertai Program Vaksinasi, Program Infrastuktur, Program Pendidikan,” Tutur Rahman Faisal, S.S., M.M. Dosen D3 Akuntansi – Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang (UNPAM) melalui Keterangan Pers Nya Selasa (27/7/2021)

Ia membahas Program Kesehatan, Penangganan Covid-19 dan Vaksinasi. Pada penanganan Covid-19, jika melihat satu bulan terakhir kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan terjadi tren kenaikan signifikan

“Dari grafik dan berdasarkan data terdapat kenaikan pada kasus Positif Sembuh, semula sebanyak 11.308 pada menjadi 12.514 orang. Sementara kenaikan tertinggi pada kasus positif yang di rawat dari 1.264 menjadi 5.700. Kenaikan tidak signifikan pada kasus Erat Karantina dari 1.938 menjadi 1.979, lain lagi kasus kenaikan pada Positif Covid-19 yang meninggal dari 427 menjadi 568, terdapat kenaikan angka kematian sebanyak 141 orang kurang dari satu bulan,” Papar Nya

Untuk, angka kematian karena positif Covid-19 merupaka angka yang luar biasa untuk total penduduk Kota Tangerang Selatan pada tahun 2019 sebanyak 1.747.906 penduduk Kota Tangerang Selatan.

“Artinya dalam 1 bulan hampir 1% penduduk Tangerang Selatan atau menyumbang 8,6% kasus kematian karena Covid-19 di Banten (Kasus Kematian total di Provinsi Banten sebanyak 1.625 orang) hal itu dapat diakses berdasarkan melalui data : infocorona.bantenprov.go.id – 21-Jul-2021,” jelas Rahman Faisal

Melihat angka tersebut, apakah penanganan Covid-19 di Kota Tangerang sudah membaik? Atau malah terpuruk, “Heemmm, lalu apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemkot, Tangerang Selatan? Dari pola penanganan Covid-19

“Di Kota Tangsel tidak ada hal yang Extra Ordinary yang dilakukan Entah apa trobosan yang telah dilakukan Pemkot Tangsel sejatinya belum nampak jelas terasa,” imbuh Nya.

Tentang Vaksinasi lanjut Rahman, Sepertinya jawaban ini belum memuaskan mengenai program Vaksinasi. Dari target yang ditetapkan di Kota Tangerang Selatan 900.000 Vaksinasi hingga akkhir tahun 2021

“Sampai saat ini masih jauh dari target vaksinasi dan jumlahnya belum mencapai 50% masyarakat Kota Tangsel yang sudah di vaksin 2 (dua) dosis (lengkap).”Kenapa demikian,” Ini hendaknya dapat dijelaskan oleh Pemkot Tangerang Selatan melalui Dinas Terkait dan mutlak menjadi tanggung jawab Tangsel 1 dan Tangsel 2,”ucap Nya

Berikutnya, Dari program 100 hari setelah dilantiknya Ben-Pilar, prioritas Program kerja, yaitu pada Progra Pembangunan Infrasturktur. Program ini hendaknya dapat digerakkan melalui program Padat Karya.

“Artinya program yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Faktanya? Setelah 100 hari setelah dilantik, Apa insfrastruktur yang telah dibangun? Secara kasat mata, infrastruktur di Kota Tangerang Selatan belum banyak kemajuan,
mulai dari Infrastruktur untuk pendukung sarana dan prasarana moda transportasi masal dan infrastruktur lainnya,” tegas Nya

Program, Infrastruktur yang perlu digiatkan adalah bagaimana saran dan prasarana kebutuhan yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui padat karya yang dapat menampung banyak tenaga kerja. Baik disektor trampil dan non trampil.

“Memang di saat pandemi Covid-19 banyak sumber daya keuangan yang tersedot untuk memenuhi kebutuhan Covid-19, tapi apakah harus 100% semuanya diperutukan ke hal tersebut? Program-program yang telah dicanangkan dalam 100 hari kerja Ben – Pilar pada sisi Infrastruktur belum terlihat nyata, apakah memang belum dikerjakan sepenuhnya atau kurangnya sosialisasi dari sisi pekerjaan yang telah dilakukan di Kota Tangerang Selatan,” tanya Rahman

Pekerjaan rumah segera dibenahi, jika 100 hari saja tidak optimal dikerjakan bagaimana bisa memenuhi semua janji kampanye yang telah tertuang dalam program kerja mereka dalam 5 tahun mendatang.

“Program kerja 100 hari berikutnya dari Ben – Pilar adalah Program Pendidikan, sama dengan bulan-bulan berikutnya program kerja pada sektor Pendidikan di Kota Tangerang Selatan juga belum optimal dikerjakan. lagi-lagi karena imbas atau dampak dari Covid-19, perlu diingat saat ini di sektor pendidikan, masyarakat mulai jenuh dengan pembelajaraan online,” Kata Akademis Dosen D3 itu.

Menurut Nya, Pandemi Covid-19 ini dalam sektor pendidikan ibarat makan buah simalakama. Jika dibuka tatap muka pada pandemi seperti ini, dikhawatirkan akan menjadi titik penyebaran baru di sekolah-sekolah. Padahal Vaksin untuk usia sekolah belum berjalan mulus bahkan masih belum berjalan efektif di Kota Tangsel

Hal lain yang perlu diperhatikan, Dari sisi Pendidikan adalah Kesejahteraan Tenaga Pendidik. Untuk mereka yang menjadi Tenaga Pendidik yang Non PNS atau berada di sektor Swasta perlu pembeda penangannya,”tukas Nya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan, Pada bidang Pendidikan yang kiranya dapat dilakukan oleh Orang No. 1 di Tangsel yaitu Pertama Pemberian Insentif dan Perubahan status para tenaga pendidik. Jika awalnya hanya honorer, angkat mereka menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan timbal balik gaji yang setara dengan UMR per Daerah,” sambung Rahman

Bukan tidak mungkin, Mereka yang menjadi tenaga pendidik, penghasilan yang mereka dapat jauh di bawah UMR Daerah. Baik di sektor Pendidikan mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

“Mulai dari Negeri hingga Swasta. Harap dapat lebih diperhatikan tenaga pendidik di lingkungan swasta. Insentif untuk Lembaga Pendidikan berupa Sekolah Negeri dan Swasta perlu diterapkan dengan skema yang bisa menjadi pendongkrak kinerja,” Papar Nya.

Gebrakan bidang pendidikan di Kota Tansel dalam 100 Hari kerja Ben – Pilar masih belum ada gebrakan yang signifikan. Perubahan dan program baru yang dapat memberikan dampak positif jelas belum terasa.

“Memang 100 hari kerja waktu yang seidkiti dibandingkan dengan 5 tahun. Tapi jika melihat program yang sudah dicanangkan dalam 100 hari kerja prioritasnya belum nampak hasilnya, “kata Dosen yang kerap disapa Bang Ical

Banyak PR Pemkot Tangsel, Kita masih harap-harap cemas bagaimana realisasi atas program kerja 100 Hari dan Program Kerja berikutnya yang telah menjadi Blue Print dari Kepemimpinan Benyamin dan Pilar dalam mengelola Kota Tangerang Selatan.

“Sebagai warga Tangsel sangat menantikan trobosan-trobosan yang extra ordinary dari kepemimpinan Ben – Pilar, Mari sama-sama mendukung hal yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat banyak dan perlu mengkritisi setiap kebijakan Pemkot yang tidak tepat sasaran agar kinerja Mereka dapat sesuai dengan Janji Kampanye yang telah diucapkan,” Kritik Ical

Dikatakan Jika tidak dilakukan, niscaya untuk bisa memimpin Kota Tangerang Selatan di periode berikutnya akan terasa berat.” Tandas nya,” Pungkas Nya.

Sementara ketika awak media ini menghubungi Telepon Benyamin Davnie Walikota Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum dapat memberikan keterangan.

Kota Tangerang Selatan, 27/7/2021
Jurnalis : Rohman

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.