1 Juta Anak di Papua Akan Terserang Vaksin Campak dan Rubella

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Sekitar 1 juta anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun akan menjadi sasaran vaksin campak dan rubella di Provinsi Papua.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan melaksanakan pemberian imunisasi ini di 380 Puskesmas dan seluruh Posyandu dan TK/PAUD di Papua. Selain itu, pemberian imunisasi  akan menyasar ke 2.547 SD/MI,  672 SMP/MTs dan 13 Sekolah Luar Biasa.

Hampir seluruh kabupaten di Provinsi Papua dinyatakan sebagai daerah yang rentan risiko atau sangat rentan risiko, karena faktor akses yang terbatas.

Untuk itu imunisasi massal campak dan rubella fase kedua akan dilaksanakan pada 1 Agustus sampai dengan 31 September 2018 mendatang.

Hal ini tertuang dalam pertemuan lintas  sektor sosialisasi imunisasi massal campak dan rubella fase dua di salah satu hotel Kota Jayapura, Selasa (5/6/18).

“Peran serta lintas sektor pemerintahan adalah kunci untuk menyukseskan imunisasi massal campak dan rubella fase kedua yang menyasar satu juta anak di seluruh provinsi Papua”, ungkap Penjabat Gubernur Papua  Soedarmo, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anni Rumbiyak selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Kata Soedarmo, kesuksesan imunisasi campak dan rubella fase 1 yang dilakukan di seluruh pulau Jawa pada Agustus –September 2017, tidak lepas dari peran serta dan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Peran serta lintas sektor sangat dibutuhkan dalam hal ini, mengingat berbagai kendala yang sudah dipaparkan dan berkaca pada pengalaman Fase 1, dimana lintas sektor memegang peran penting dalam mencapai target,” jelasnya.

Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Papua ini merupakan bagian dari program nasional di 28 provinsi diluar pulau Jawa, yang menyasar sekitar 32 juta anak.

Kegiatan ini merupakan tahap kedua imunisasi Campak dan Rubella yang sebelumnya ( tahap pertama) telah dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2017, di seluruh pelosok pulau Jawa yang berhasil menyasar sekitar 35 juta anak.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengeliminasi campak dan mengendalikan rubella pada tahun 2020. Terkait imunisasi massal Campak dan Rubella, pemerintah telah menetapkan target capaian nasional 95 persen dengan ketentuan tidak ada daerah yang berada di bawah angka capaian 80 persen untuk memastikan keberhasilan kampanye ini.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay menyatakan seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengatasi tantangan akses dan geografis Provinsi Papua yang selama ini telah menghambat program serupa.

“Harus ada rasa tanggung jawab dari masing-masing keluarga. Semua pihak harus ikut menyuarakan dan mengkampanyekan, sehingga tidak ada lagi alasan tantangan klasik akses dan geografis di Papua, kami harapkan (hasilnya) diatas 95 persen kita juga mampu melindungi setiap anak dari Campak dan Rubella ,” ujar drg. Aloysius usai kegiatan tersebut.

Pertemuan lintas sektoral imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan organisasi profesi, organisasi masyarakat, korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, sekolah tinggi dan perguruan tinggi, TP PKK, dan perwakilan media.

Untuk diketahui, sekitar 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella ditemukan di Indonesia pada tahun 2010-2015. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.