Ayo Dukung RANDA di Liga Dangdut Indonesia dengan cara Ketik LIDA Spasi RANDA Kirim ke 97288
nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Warga Ulak Pandan Keluhkan Limbah CPO Cemari Anak Sungai Buluran Kandis

NusantaraTerkini.Com, Kaur – Jum’at (12/1/2018) awak media berangkat menuju ke desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Warga sekitar mengeluhkan jebolnya tanggul kolam penampungunan limbah milik PT.CBS (Ciptamas Bumi Selaras) yang bergerak dalam pembuatan CPO (Crude Palm Oil).

Masih menurut keterangan penduduk sekitar, pada tanggal 31 Desember 2017, pihak perusahaan dengan sengaja menjebol kolam penampungan limbah lalu dialirkan ke Buluran (anak sungai) Kandis.

Selain berdampak pencemaran lingkungan, debit air yang besar saat jebolnya tanggul tersebut, memicuh terjadinya longsor yang kemudian menyebabkan tertimbunya kebung milik warga.

“Saya kaget pada saat melihat kebun saya di timpa oleh longsor, dan longsor itu sudah mematikan tanaman di kebun kami, padahal kebun itu adalah salah satu mata pencaharian keluarga kami, yang kami sesalkan tanaman durian, petai, dan pinang kami mati semua, pokoknya perusahaan harus bertanggung jawab, dan tidak boleh mengalirkan limbah mereka ke buluran kandis lagi.” tegas usman yang kebunnya ditimpa longsoran material kolam penampungan limbah.

Akan tetapi penelusuran awak media tidak cukup sampai disitu, awak media pun menemui salah satu warga lagi yang kebetulan rumahnya dan kehidupan mereka bergantung dengan buluran kandis itu. Menurut Afif yang merupakan warga desa ulak pandan juga menjelaskan “kami sudah tinggal di rumah ini sudah dari tahun 1986 dan kami pun seperti mamasak, mandi dan minum pun berasal dari buluran kandis ini, tapi untuk saat ini kami tidak berani lagi mengambil air dari buluran kandis, karena airnya sudah berbau busuk dan juga berwarna kehitaman, yang lebih saya herankan sebelum ada pabrik cbs itu kami masih mudah mencari ikan dan udang, akan tetapi sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi ikan, akibat dari tercemarnya limbah itu kami dijanjikan akan dibuatkan sumur, tapi kami masih bertahan agar limbah cpo tidak dialirkan lagi ke buluran kandis.” pungkas Afif (60 tahun).

Pewarta NusantaraTerkini.Com mencoba mengkonfirmasi kepada Arjun, Humas PT. CBS, sayang yang bersangkutan tidak menjawab pesan whats Apps hanya dibaca saja.(YND)

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...