Bermedia Bersama Rakyat

Walikota: Saya bersalah jika ada warga yang sakit tapi tidak diberikan tindakan apa-apa

Walikota Bengkulu Helmi Hasan jemput langsung warganya yang sakit
Walikota Bengkulu Helmi Hasan jemput langsung warganya yang sakit
Walikota Bengkulu Helmi Hasan jemput langsung warganya yang sakit

NusantaraTerkini.Com – Walikota Bengkulu Helmi Hasan kembali menjawab keraguan warga mengenai program Jemput Sakit Pulang Sehat Insyaallah (JSPS). Senin (26/9) sore Walikota Helmi membawa warga RT. 19 Kelurahan Padang Harapan Kecamatan Gading Cempaka bernama Vani (20). Walikota yang menerima kabar disaat sedang melaksanakan paripurna APBDP kota Bengkulu langsung meluncur ke lokasi setelah sidang paripurna selesai. Dari kabar yang diterima, Vani mengalami tumor perut selama satu tahun terakhir.

Walikota yang datang bersama Wakil-wakil Ketua DPRD kota Bengkulu Yudi Darmawansyah dan Teuku Zulkarnain, Camat, Lurah dan Direktur RSUD kota langsung diterima di rumah panggung tempat tinggal Amrizal (45) dan Medarli (40). Vani adalah putri sulung dari 3 bersaudara.

“Sudah berapa lama sakitnya ini ?” tanya Walikota kepada Vani. Jawaban lirih pun terdengar sayup dari mulut Vani. “Sudah satu tahun pak,” katanya dengan mimik muka haru dan mata berkaca-kaca.

Dari sejumlah percakapan dengan Walikota, Ibunda Vani, Medarli mengatakan bahwa anaknya sudah berpasrah diri dengan keadaan penyakit yang dideritanya. Bahkan ketika kondisi Vani diketahui media dan warga sekitar, Vani hanya menjawab siap untuk dipanggil Yang Maha Kuasa. Tetapi dengan kondisi yang tidak ingin merepotkan keluarga dan warga sekitar.

“Jangan seperti itu, justru saya yang bersalah jika ada warga saya yang sakit tapi tidak diberikan tindakan apa-apa,” ujar Walikota Helmi.

Menurut Medarli ada beberapa hal baginya dan keluarga untuk berpasrah dengan penyakit anaknya tersebut. Antara lain, tidak adanya biaya pengobatan. Biaya pengobatan yang mahal tidak sebanding dengan pencarian Amrizal yang hanya bekerja sebagai nelayan. Sedangkan Maderli bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Selain itu juga karena keterbatasan biaya, keluarga ini pun tidak terdaftar di BPJS. “Rumah ini saja kami menumpang di lahan orang pak,” lirih Medarli.

Walikota Helmi yang terketuk hati dan berkomitmen APBD untuk rakyat pun langsung menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu akan menanggung seluruh biaya sekolah anak bungsu Amrizal yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SD. Kemudian bagi keluarga Amrizal akan diberikan rumah nelayan di kawasan Kampung Nelayan Kecamatan Kampung Melayu.

“Untuk BPJS, akan ditanggung Pemerintah Kota, Bapak dan Ibu cukup serahkan datanya saja sama pak lurah atau pak camat,” tegasnya.

Mendengar hal tersebut, keluarga Amrizal tampak tak berhenti mengucapkan syukur. Bahkan seraut kegembiraan di wajah keluarga tersebut tampak ketika Walikota mengajak dengan segera untuk membawa Vani ke RSUD kota. Sehingga Vani bisa untuk ditangani secara medis dengan diberikan dengan pengobatan yang tepat. “Vani maunya dibawa ke RSUD kota biar penyakitnya diobati,” kata Walikota Helmi. Pertanyaan Walikota Helmi direspons dengan anggukan semangat oleh gadis lulusan SMP ini.

Walikota tetap mengingatkan kepada keluarga tersebut bahwa penyakit datang dari Allah swt dan disembuhkan pula atas kehendakNya. Manusia hanya bisa berusaha atau berikhtiar, serta tidak boleh berputus asa. Walikota pun membawa Vani dan ibunya naik kendaraan dinas BD 1 A ke RSUD kota Bengkulu. “Naik mobil ini saja, ini mobil rakyat kok,” tegasnya ketika Vani dan ibunya tampak sedikit ragu.

dr. Lista : bukan Tumor

Menurut Direktur RSUD kota Bengkulu dr. Lista, berdasarkan hasil diagnosa sementara bahwa penyakit yang diderita Vani bukanlah tumor seperti yang diduga selama ini. “Dari diagnosis klinis tadi kita menduga bahwa pasien menderita Cronic Heart Failure (Penyakit Jantung Kronis),” katanya. Akibat dari penyakit tersebut terjadi massa cair pada lapisan luar perut sehingga perut membesar dan seolah-olah seperti tumor.

Ditambahkannya, pasien Vani akan diobservasi selama 3 hari untuk di diagnosis lebih mendalam. “Kita akan lihat lebih jauh apakah penyebab penyakit tersebut apakah adanya gagal fungsi jantung atau ada yang lainnya,” paparnya. Selama dalam perawatan, kondisi Vani akan dipulihkan melalui perbaikan gizi dan terapi obat yang berkelanjutan. [ADV]

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.