Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494
nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Seludupkan Narkoba Ke Bengkulu, Oknum Polri Diringkus

NusantaraTerkini.Com, – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Minggu (11/2/2018) berhasil meringkus dua orang tersangka yang akan melakukan penyeludupan sindikat narkotika ke Bengkulu. Kedua tersangka tersebut yakni DP dan rekannya MS yang merupakan oknum Polri, berasal dari Palembang. Penyeludupan narkoba jenis sabu sebanyak lebih kurang 2 kilogram itu, diketahui tim pemberantas BNNP Bengkulu dibawah pimpinan AKBP Merlian Ansori, atas dasar penyelidikan selama dua bulan berturut-turut.

Dipaparkan kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho Aji Wijayanto, saat konferensi pers, bahwa sabu tersebut merupakan permintaan dari napi Kirmin yang saat ini berada di Lapas Nusakambangan. Dirinya memesan sabu itu dari Bayu dan Boby penghuni Lapas Salemba Jakarta.

“Saudara Bayu dan Boby ini memerintahkan tersangka DP dan MS untuk melakukan pengiriman kepada saudara ID yang saat ini masih DPO di wilayah Provinsi Bengkulu. ID itu merupakan adik kandung dari Kirmin,” papar Nugroho, Selasa (13/2/2018)

“tim mengetahui bahwa sindikat internasional akan menyeludupkan narkotika jenis sabu dengan cara menyeludupkan dari China ke Malaysia dan ke Aceh melalui kapal laut dipelabuhan gelap. Selanjutnya kedua tersangka itu membawa barang haram tersebut ke Bengkulu menggunakan mobil yang direntalnya, dan Sabu itu disembunyikan didalam sarung jok bagian belakang,’’ sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa sabu tersebut diletakkan didalam buah durian yang telah membusuk, agar sabu  sebanyak dua kilogram tersebut tersamar dan sulit terlacak. “Selama perjalanannya, mereka sempat menggunakan sabu itu sebanyak 3 gram, dan disimpan dijok depan yang diambil dari paket besar tersebut,” imbuhnya.

DP dan MS ditangkap di Kecamatan Masat, Kabupaten Bengkulu Selatan, beserta barang bukti satu bungkus besar narkotika golongan 1 methamphetamine seberat 2 kilogram, dan satu unit mobil yang dirental tersangka, serta dua buah handphone.

Sementara kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) subside pasal 112 ayat (2) lebih subside pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (D2)

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...