Bermedia Bersama Rakyat

Reses Dewan Kota Dapil 3, Menyerap dan Menyalurkan ‘Asmara’

Foto bersama Anggota DPRD Kota Bengkulu Dapil III Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu
Foto bersama Anggota DPRD Kota Bengkulu Dapil III Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu
MOMEN: Foto bersama Anggota DPRD Kota Bengkulu Dapil III Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu usai pelaksanaan reses

NusantaraTerkini.Com – Anggota DPRD Kota Bengkulu Dapil III Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu menggelar reses, yang bertempatkan di Kantor Camat Selebar, Senin 7 Oktober 2016. Reses dimaksud untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat (Asmara), yang kemudian akan diperjuangkan pada pembahasan APBD tahun anggaran 2017. Adapun perwakilan rakyat yang hadir adalah Wakil Ketua II Teuku Zulkarnain, Ketua Komisi I Mardensi, Sekretaris Komisi II M. Awaluddin, Anggota Komisi I Saur Manalu dan Anggota Komisi III Minharsi’i.

Pembukaan reses diawali dengan pertanyaan yang disampaikan Teuku Zulkarnain, mengenai apakah ada perubahan di Kecamatan Selebar pasca reses-reses sebelumnya, “Ada,” jawab warga serentak. “Alhamdulillah jika ada perubahan, kalau tidak ada perubahan kita malu reses lagi. Ke depan saya minta masyarakat jangan takut menyampaikan aspirasi, tidak hanya saat reses saja, kapanpun dan dimanapun anggota dewan siap. Yakinlah setiap aspirasi pasti kami perjuangkan, karena kami ada juga karena masyarakat,” kata Teuku.

USUL: Masyarakat menyampaikan usulannya kepada Wakil Rakyat
USUL: Masyarakat menyampaikan usulannya kepada Wakil Rakyat

Reses dilanjutkan dengan sesi diskusi, dimana setiap warga yang mewakili kelurahan yang ada di wilayah Selebar diberi kesempatan menyampaikan ‘uneg-uneg’. Berbagai usulan pun disampaikan, mulai dari infrastruktur jalan, drainase, keamanan pasar, kantor lurah yang memprihatinkan dan yang masih berstatus pinjaman masyarakat, lampu jalan, permintaan akan bibit tanaman peneduh dan kontainer sampah, pungutan liar (Pungli) serta aspirasi di bidang pendidikan, agama dan kesejahteraan.

Menanggapi itu, setiap anggota dewan yang mewakili masing-masing komisi memberi jawaban. Ketua Komisi III Mardensi mengatakan, terkait kesejahteraan, program Samisake menjadi salah satu solusi, Perdanya tengah digodok dan akan selesai dalam waktu dekat. “Kalau Perdanya tuntas maka ibu-ibu yang produktif bisa memanfaatkan itu untuk membantu perekonomian keluarga,” kata Mardensi.

Kemudian terkait drainase dan keamanan pasar, Mardensi mengungkapkan, komisi yang dipimpinnya bersama SKPD terkait telah berhasil memperjuangkan kucuran anggaran sebesar Rp 900 juta dari Kementerian Koperasi. Dengan adanya kucuran dana tersebut, ia berharap permasalahan infratsruktur pasar akan terselesaikan. “Saat ini pembangunannya sudah dimulai dan pekerjaannya sudah berjalan 40-50 persen,” ungkap dia.

RESES: Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu
RESES: Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu

Sekretaris Komisi II M. Awaluddin menambahkan, perbaikan Pasar Pagar Dewa memang sangat dibutuhkan, apalagi pasar ini semakin ramai pembeli. Karenanya secara khusus hal ini sudah disampaikan kepada Walikota Bengkulu, bahkan Perda mengenai pasar sedang digodok. “Dengan adanya Perda semoga ke depan infrastruktur dan fasilitas pasar semakin baik,” tukas Awaluddin.

Adapun mengenai kantor lurah, menurutnya meski sudah disampaikan namun belum bisa direalisasi lantaran terkendala status tanah. Sementara aspirasi masyarakat lainnya, baik Awaluddin maupun anggota dewan lainnya menjanjikan semuanya akan diperjuangkan hingga masuk usulan APBD 2017. Kalaupun ada aspirasi yang belum sempat disampaikan, masyarakat bisa menyampaikan melalui kolom surat yang tersedia saat reses ataupun langsung menyampaikannya ke masing-masing anggota dewan.

MERAKYAT: DPRD Kota Bengkulu dari, oleh dan untuk warga Kota Bengkulu
MERAKYAT: DPRD Kota Bengkulu dari, oleh dan untuk warga Kota Bengkulu

Awaluddin: Reses Kali Ini Lebih Variatif

Pelaksanaan reses untuk kedua kalinya pada tahun 2016 ini dinilai M. Awaluddin lebih variatif ketimbang pelaksanaan reses-reses sebelumnya. Biasanya reses lebih dominan berbicara tentang jalan, drainase dan infrastruktur lainnya. “Memang masih tapi persentasi tentang itu lebih sedikit daripada tahun sebelumnya. Kita akui memang harapan masyarakat terhadap infrastruktur masih besar. Tapi untuk bidang lain seperti pendidikan, agama dan kesejahteraan masyarakat sudah banyak muncul dan kita sangat mengapresiasi itu dan siap memperjuangkannya,” terang Awaluddin.

APRESIASI: Mewakili kaum perempuan, seorang ibu mengapresiasi kinerja dewan
APRESIASI: Mewakili kaum perempuan, seorang ibu mengapresiasi kinerja anggota dewan

Mardensi Dewan Terfavorit Peserta Reses

Hal menarik saat pelaksanaan reses adalah banyaknya peserta reses ketika menyampaikan aspirasi diawali dengan memberikan apresiasi secara khusus kepada Ketua Komisi III Mardensi. Seperti diungkapkan Nur Fatimah, warga Sukarami. Nur sendiri meminta perhatian lebih di bidang kesejahteraan dan pendidikan agama anak usia dini.

Begitu juga Mantan Ketua RT II Kelurahan Bumi Ayu yang menceritakan bahwa dulu ia pernah berkeluh kesah lantaran mengalami kesulitan saat akan mengantarkan anak mengikuti sebuah kompetisi tingkat perguruan tinggi. Dimana anaknya yang kuliah di UNIB berhasil mengharumkan nama Bengkulu dengan merebut Juara II di Surabaya.

“Waktu itu saya sampaikan hal ini kepada Pak Camat, selanjutnya saya dibawa ketemu Ibu Mardensi. Setibanya saya Ibu Mardensi tidak ada, tapi stafnya langsung telepon dan Ibu Mardensi minta ditunggu. Alhamdulillah Ibu Mardensi tulus membantu saya, terima kasih Ibu Mardensi,” tuturnya.

Selanjutnya ada Jaimatul Khairi dari RT 5 Kelurahan Bumi Ayu, yang mengawali penyampaian aspirasinya dengan menyebut kata sayang khusus kepada Mardensi. “Yang terhormat Ibu Mardensi yang saya sayangi,” kata dia disambut riuh dan tepuk tangan peserta reses dan wakil rakyat lainnya.

Disebut sebagai dewan terfavorit peserta reses, Mardensi menanggapi, itu semua atas keterbukaan kita dengan masyarakat. Di Kecamatan Selebar pelayanan kita 24 jam, apapun uneg-uneg masyarakat selalu diakomodir sesuai dengan kemampuan. Kalaupun tidak bisa menyelesaikannya sendiri, dia akan langsung membawanya ke SKPD terkait, Wawali dan Walikota.

“Semua persoalan sekecil apapun kita bantu, mungkin dari situ masyarakat merasa dekat. Baik di Majelis Taqlim, PKK dan organisasi wanita lainnya, memang kita selalu turun ke lapangan,” demikian Mardensi.

Ramah-tamah usai pelaksanaan reses, masyarakat berharap aspirasi mereka terwujud
Ramah-tamah usai pelaksanaan reses, masyarakat berharap aspirasi mereka terwujud. Dewan Kota Dapil III siap memperjuangkannya

Hasil Reses Diusulkan Masuk APBD

Proses reses di Dapil III apapun aspirasinya tidak hanya ditampung saja. Selanjutnya hal ini akan langsung diperjuangkan agar setiap aspirasi terealisasi. Kemudian semua aspirasi masyarakat akan diusulkan masuk APBD tahun anggaran 2017. “Kita mengupayakan reses jangan mendahului KUA-PPAD, karena usulan harus dimasukan ke KUA-PPAS sebagai kebiajakn umum dan plafon. Kalau sudah masuk relatif akan berjalan,” tandas Teuku. [NU9u3/Advertorial]

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.