Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494
nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Puskesmas Kekurangan Dokter, Sekretaris Dinkes Musi Rawas Curhat

NusantaraTerkini.Com, Musi Rawas – Puskesmas di Kabupaten Musi Rawas (Mura), saat ini mengalami kekurangan dokter umum maupun spesialis.

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Dinkes Musi Rawas Mifta Hulumi, melalui Sekretaris M Nizar kepada Nusantara Terkini.Com saat di bincangi di ruang kerjanya. Menurutnya, sebab berdasarkan Peraturan Kementrian Kesehatan (Permenkes) No.75 tahun 2017 seharusnya Mura mendapat jatah 869 tenaga kesehatan.

“Jumlah itu dengan rincian untuk puskesmas pembantu itu seharusnya 144 tenaga kesehatan, untuk puskes rawat jalan 154 tenaga kesehatan dan untuk puskesmas rawat inap 372 tenaga kesehatan,” kata M Nizar.

Sedangkan dari jumlah tersebut, saat ini Mura membutuhkan 31 dokter umum, dokter gigi 19, perawat 275, bidan 313, kesehatan masyarakat 24, kesehatan lingkungan 12, analis 12, gizi 24, formasi 24, adminisyrasi 36 dan untuk prakarya sebanyak 24.

“Kita masih kurang dokter umum, dan untuk dokter gigi kurang juga. Karena dari 19 puskesmas baru ada enam dokter gigi, untuk puskesmas perawatan dokter gigi harusnya dua dan yang non perawatan dokter umum satu dan dokter gigi satu juga,” Ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan seharusnya setiap puskesmas memiliki dua dokter. Sedangkan upaya untuk mengatasinya kekurangan tersebut, Mura sendiri mendapat program dari tenaga dokter yang masih masa percobaan (magang) dari beberapa fakultas kedokteran.

“Sedangkan dari 19 puskesmas yang ada, baru tujuh puskemas yang sudah ada dua dokternya, yakni Puskesmas Jayaloka, Muara Kelinggi, Muara Lakitan, C Nawangsasi, O Mangun Harjo, dan Puskesmas Megang Sakti. Artinya sisanya baru satu dokter saja,” tuturnya.

Dia juga berharap di tahun 2018 ini ada formasi baru dari Kemenkes untuk memenuhi kekurangan tersebut. Meski demikian pelayan tetap maksimal dan bisa dibeck up dengan tenaga kesehatan lainnya yang tentunya sudah dilatih dengan keterampilan khusus.

“Dengan keterbatasan waktu dan juga tenaga dokter ini, kita mencari TKS dengan mancari tenaga yang diperluakan. Namun tetap memprioritaskan tenaga farmasi, gizi dan lainnya, tapi kalau bidan tidak diprioritaskan, karena sudah lumayan dan memenuhi,” tutupnya. (Sutrisna)

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...