nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Pemkot ‘Restui’ Saimen Melanggar GSB

Asisten I Setda Kota Bengkulu Fachriza Razie bersama SKPD terkait menggelar sidak ke Saimen Bakery & Resto. Hasilnya: Pemkot 'Legalkan' Bangunan 'Ilegal' Saimen
Asisten I Setda Kota Bengkulu Fachriza Razie bersama SKPD terkait menggelar sidak ke Saimen Bakery & Resto. Hasilnya: Pemkot 'Legalkan' Bangunan 'Ilegal' Saimen
Asisten I Setda Kota Bengkulu Fachriza Razie bersama SKPD terkait menggelar sidak ke Saimen Bakery & Resto. Hasilnya: Pemkot ‘Legalkan’ Bangunan ‘Ilegal’ Saimen

NusantaraTerkini.Com – Polemik berkepanjangan keberadaan bangunan ‘liar’ Saimen Bakery & Resto di Jalan S. Parman Kota Bengkulu akhirnya terjawab sudah.

Meski mengakui bangunan ini melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB), namun Pemkot Bengkulu tetap tak bergeming dan seolah ‘buta’ terhadap peraturan, yang sejatinya peraturan tersebut merupakan produk yang diciptakan pemerintah itu sendiri.

Pemkot akhirnya memberi ‘restu’ kepada Saimen untuk melanjutkan pelanggaran ini hingga 10 bulan ke depan atau bangunan utama Saimen yang berada persis di belakang bangunan sementara selesai dibangun.

[Baca juga: “Saya khawatir 10 bulan itu lewat, 10 bulan 12 bulan lewat, sampai 2 tahun, itu kebiasaan, akal-akalan”]

Asisten I Setda Kota Bengkulu Fachriza Razie dalam ‘episode mendadak sidak’ mengatakan, ini merupakan kebijakan pemerintah kota, meski tidak ada aturan yang memperbolehkan memberi izin.

[Baca juga: Saimen Belum Dibongkar, Awaluddin: Ini Akal-Akalan]

“Jelas bangunan ini melanggar, tapi karena Pak Simon (Pemilik Saimen) ini minta sama kita, dalam tempo 10 bulan untuk membangun ini. Bangunan ini juga bangunan sementara, tetapi ini kebijakan, masukan dari Kadis Tata Ruang, Kabag Pemerintahan,” kata Fachriza, Senin, 17 Oktober 2016.

Disinggung Pemkot memberikan perlakuan istimewa kepada Saimen? Fachriza membantah, bagi dia perlakuan seperti ini tidak hanya kepada Saimen. Pemkot akan memberlakukan hal ini kepada semua masyarakat yang dipandang memiliki niat baik untuk berinvestasi.

“Apalagi ada 108 tenaga kerja yang jadi tanggungan beliau (Simon). Jadi Saimen inikan sudah 14 tahun berusaha di Bengkulu, tapi karena gedung di Suprapto tidak boleh dipakai lagi karena sudah dipindah tangankan, beliau mohon di sini,” ujar Fachriza. [NU9u3]

Ikuti perkembangan berita ini dalam Topik Pilihan # Siapa Berani Bongkar Saimen?

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...