Bermedia Bersama Rakyat

Mardiyanti Taat Menunggu Intruksi

Maryadi Taher, SH, Bersahaja Dan Mengayomi
Bersahaja Dan Mengayomi
Bersahaja Dan Mengayomi

Mungkin banyak yang bertanya ketika admin mempersembahkan Ketua DPD PAN (Partai Amanat Nasional) Kota sebagai salah satu calon kuat Perhelatan Pilwalkot Bengkulu (Pemilihan Walikota). Apakah ditubuh PAN ada perpecahan, apakah ada dualisme calon, jawabanya tidak, justru partai PAN baik-baik saja dan solid, memang banyak nama berkualitas baik dan mumpuni untuk maju dari Partai PAN, ada Teuku Zulkarnain Ada Indra Sukma dan Kusmito Gunawan mereka rata-rata mempunyai tingkat elektabilitas dan popularitas yang baik. Trio Harimau DPRD kota dari Partai Amanat Nasioanl ini dikenal vokal dan akrab dengan pewarta. Tak percaya browsing saja nama mereka dan inventaris, nama mereka paling banyak disebut oleh media.

Kembali ke Mardiyanti, Srikandi PAN yang terbilang pendiam dan berwibawa, namun bukan berarti Mardiyanti Taher tidak populer. Menjabat Sebagai Ketua DPD PAN kota. Membuktikan beliau dikenal dan dipercaya oleh akar rumput, sebab mustahil menduduki jabatan ketua partai tanpa dikenal dan didukung oleh DPC-DPC partai yang notabene adalah akar rumput. Mardiyanti politisi yang mengayomi, dan berjiwa keibuan. Tak sedikit awak media yang ngepos di DPRD Kota menjadikan Mardiyanti sebagai tempat bersenda gurau dan berkeluh kesah, selain sebagai narasumber tentunya.

Banyak tokoh percaya Mardiyanti punya kans paling tinggi dibanding srikandi lainnya, namun tidak membuat ibu ini jumawa dan ngotot mengadu peruntungan sebagai calon Walikota. Bagi Istri birokrat senior Izda Putra dirinya tak mau ngotot dan ngoyo, menjadi Pemimpin adalah tentang takdir baginya, jadi biasa saja, kalau waktunya tiba maka akan tiba, seperti halnya matahari yang akan terbit, maka ia akan terbit.

Sebagai Kader PAN dirinya mendukung penuh kepemimpinan Wali Kota, Helmi Hasan, membangun itu harus sinambung dan berkelanjutan. Banyak hal positif yang sudah dilakukan oleh Helmi Hasan, bila ada kekurangan mari kita perbaiki bersama. Bila membangun kota Bengkulu ibaratkan membangun sebuah rumah, rumah itu sesunguhnya telah terbangun dengan baik, sudah ada konstruksi dan wujud bangunanya, tentu masih ada kekurangan maka tugas kta membantu dan mengingatkan. Bila rumahnya bocor maka ayo kita tambal, bila ada batanya yang bolong mari kita sulam, Bukan sekonyong-konyong merobohkan bangunan, lalu membangun baru.

Sementara itu beberapa kalangan masyarakat, meyakini sosok Mardiyanti sebagai alternatif calon bila pak wali kota tak ingin mencalon lagi. Menanggapi hal itu, Mardiyanti mengatakan dirinya tak mau berandai-andai, hari ini saya tetap mendukung pak Helmi, saya kader PAN, maka saya taat terhadap intruksi PAN. (Dapur Redaksi)

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.