Bermedia Bersama Rakyat

Manajemen RSMY Sambut Antusias Kunjungan GMPK

Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto saat memberikan pengarahan pencegahan praktik korupsi di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

NusantaraTerkini.Com – Rangkaian kegiatan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bibit Samad Rianto di Bumi Rafflesia berakhir di RSUD Dr. M. Yunus (RSMY) Bengkulu, Kamis 8 Desember 2016.

Kunjungan Bibit dan Ketua DPD GMPK Provinsi Bengkulu yang baru saja dilantik Feri Sapran Edi W beserta rombongan disambut antusias manajemen RSMY. Selanjutnya Bibit memberikan pengarahan mengenai pencegahan praktik-praktik koruptif.

Dikatakan mantan Wakil Ketua KPK RI ini bahwa GMPK merupakan gerakan moral memerangi korupsi dan turut melibatkan masyarakat dalam memberantas korupsi.

Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto saat memberikan pengarahan pencegahan praktik korupsi di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu
Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto saat memberikan pengarahan pencegahan praktik korupsi di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

[Baca Juga: Bibit Samad Kukuhkan Kepengurusan GMPK Bengkulu]

GMPK hadir sebagai wadah dan GMPK lahir guna menyikapi kondisi bangsa, dimana tindak pidana korupsi sudah sanggat menggurita. Meskipun sudah banyak banyak pejabat negara yang dijebloskan KPK dan penegak hukum lainnya ke dalam jeruji besi.

Bagi Bibit, memberantas korupsi tidak cukup dilakukan dengan upaya represif dan hanya dibebankan kepada KPK saja, tetapi harus melibatkan segenap komponen bangsa. Pasalnya, korupsi merupakan fenomena gunung es, dimana es yang tidak nampak di bawah air laut sangat lebih besar ketimbang yang ada di permukaannya.

[Baca juga: Bibit Samad Sambangi Bumi Rafflesia]

Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto berfoto bersama Dewan Direksi RSMY Bengkulu
Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto berfoto bersama Dewan Direksi RSMY Bengkulu

“Es di bawah laut inilah yang harus ditanggulangi dengan langkah preventif (pencegahan) dan preemtif (penangkalan) sehingga tidak muncul ke permukaan lagi sebagai Tindak Pidana Korupsi,” kata Bibit.

Lebih lanjut ia memaparkan berbagai upaya, langkah dan strategi yang harus dilakukan manajemen RSMY agar tidak terjebak dalam kasus korupsi.

Bibit menekankan pada pemahaman tentang regulasi, baik itu kode etik atau peraturan yang berlaku di RSMY sendiri, maupun peraturan pemerintah, perundangan-undangan dan peraturan yang ada di tingkat daerah. Pada akhirnya Bibit mengajak seluruh yang hadir untuk menjadi bagian perbaikan kondisi bangsa. Indonesia hebat tanpa korupsi! [NU9u3]

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.