Ayo Dukung RANDA di Liga Dangdut Indonesia dengan cara Ketik LIDA Spasi RANDA Kirim ke 97288
nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Ketua dan Anggota Panwaslih serta KPU Bengkulu Disidang DKPP di Mapolda

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia memanggil Ketua dan Anggota Panwaslih serta KPU Kota Bengkulu di Mapolda Bengkulu, Selasa (03/04/18).

Ketua dan Anggota Panwaslih serta KPU Kota Bengkulu memenuhi panggilan DKPP atas laporan dugaan Pelanggaran Kode Etik Pemilihan Umum.

Dugaan pelanggaran dilakukan oleh calon Walikota Petahana Bengkulu Helmi Hasan berupa mutasi 52 ASN di lingkungan pemerintah Bengkulu tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab selaku Panwas Kota Bengkulu.

Di lain sisi, KPU dilaporkan karena dianggap bersikukuh melakukan Rapat Pleno Penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, sementara laporan mengenai pelanggaran oleh Helmi Hasan masih diproses oleh Panwas Bengkulu .

Sementara menanggapi persidangan itu, Anggota DKPP RI, Ida Budiyati menjelaskan mengenai tindak lanjut dari laporan tersebut. Pada sidang kali ini hanya berupa pemeriksaan atas dugaan pelanggaran Pilkada, untuk keputusan akhir secepatnya akan ditentukan oleh DKPP sesuai dengan jadwal Rapat Pleno.

“Sidang ini hanya memeriksa dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, apakah sikap perilaku mereka sesuai atau tidak sesuai dengan pedoman perilaku penyelenggaraan pemilihan.

Sidang ini sudah cukup tadi para pihak sudah menyatakan cukup dan nanti pihak DKPP melalui tim pemeriksa, saya tadi yang memimpin pemeriksaan akan menyampaikan laporan dalam Rapat Pleno di DKPP yang akan dilaksanakan. Mengenai keputusannya saya belum bisa memperkirakan karena sangat tergantung dengan jadwal pleno di DKPP tentunya tidak akan berlama – lama”. Jelas Anggota DKPP, Ida Budiyati.

Dilanjutnya lagi, memberikan izin mengenai pihak Panwaslih meminta waktu tambahan selama 5 hari, pasalnya para pihak mempunyai hak untuk menyampaikan kesimpulannya.

“Mengenai Panwaslih meminta tambahan waktu 5 hari itu sah sah saja karena menurut hukum acara itu diperbolehkan setelah sidang dinyatakan cukup para pihak diberikan hak untuk menyampaikan kesimpulannya”. Tutupnya.

Sementara, pihak Panwaslih selaku teradu sudah menyampaikan keterangan dan memberikan penjelasan saat sidang dan mereka akan menunggu kesimpulan dari pihak DKPP.

“Ini masih berproses, kita tunggu kesimpulan dari DKPP seperti apa. Kami orang yang teradu kami sudah menyampaikan keterangan dan penjelasan. Tadi sudah disampaikan kami menunggu hasil dari dkpp, kami meminta penambahan waktu selama 5 hari untuk memberikan tambahan jawaban terkait dengan masalah ini”. Pungkas Ketua Panwaslih Kota,
Rayenda Pirasad.(Nindi/CW2)

 

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...