Bermedia Bersama Rakyat

DPRD Ciamis Siap Kawal Gempita Optimalkan Pemanfaatan Lahan Tidur

NusantaraTerkini.Com, Ciamis – Pengurus Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Jawa Barat resmi dilantik. Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Kornas Gempita, Muhammad Riyada, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana dan litbang dan pengembangan SDM Gempita Jawa Barat, Imron.

“Gempita bukan LSM melainkan representasi program pemerintah, dalam hal ini menteri pertanian yang diwujudkan melalui pemuda tani.” Demikian ucap Kornas Gempita pada sesi orasi pembukaan acara pelantikan di Ciamis, kemarin Rabu (18/1)

Ia menjelaskan tujuan final yang ditargetkan oleh Gempita yaitu terwujudnya kesejahteraan masyarakat petani. Langkah awal yang konkrit Gempita Jawa Barat untuk menggapai tujuan tersebut yaitu dimulai dengan program penanaman jagung seluas 25.000 hektar.

“Hal ini tentunya dengan memanfaatkan lahan tidur yang tersebar ditiap Kabupaten di Jawa Barat,” jelasnya.

Jagung menjadi komoditi terpilih karena sifatnya yang mudah dibudidayakan, masa tanam yang relatif singkat (sekitar 3 bulan) dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan pemuda.

Untu itu, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana mengatakan agar tujuan pemanfaatan lahan kritis tersebut bisa tercapai, diperlukan adanya penerapan teknologi petanian.

“Dalam hal ini Kami siap membantu 100 alat tanam jagung untuk mensuksekan program swasembada jagung 2017,” sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kordinator Nasional GEMPITA, Muhammad Riyada menambahkan bahwa lahan-lahan yang berstatus HGU tidak bisa tidak, harus dikelola untuk kepentingan pertanian.

“Jika ada HGU yang tidur maka bisa diambil tindakan tegas dengan pengalihan hak kepada masyarakat agar pengelolaanya menjadi lahan pertanian produktif,” tutunya.

Oleh karena itu, di acara pelantikan dan workshop yang dihadiri oleh sekitar 100 petani Jawa Barat itu, Riyada menegaskan bahwa lahan tidur baik milik pemerintah maupun swasta harus dikelola menjadi lahan produktif.

“Sehingga membangun percepatan pencapaian swasembada jagung 2017 yang dicanagkan oleh menteri pertanian,” tegasnya.

Sementara Imron menegaskan, bahwa Indonesia butuh kedaulatan pangan, karena negara yang berdaulat adalah negara yang pangannya berdaulat. (NU007)

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.