Keluarga Besar NusantaraTerkini.Com, Mengucupkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Limpahan Baroka Untuk Kita semua
nusantara terkini
Bermedia Bersama Rakyat

Deklarasi Cegah Politisasi Masjid

NusantaraTerkini.Com, Jakarta – Masjid ditinjau dari segi etimologi, berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata sajada-sujud-masjad/masjid.

Sujud mengandung arti taat, patuh dan tunduk dengan hormat.
Tempat yang dibangun khusus untuk melakukan sujud seperti ini secara rutinitas disebut Masjid.

Dalam ilmu gramatikal bahasa Arab kata masjid  dinamakan ismu makan (kata benda) yang menunjukkan pada arti tempat. Jadi Masjid berarti tempat bersujud.

Akan tetapi, semenjak Pilgub DKI Jakarta 2017 dan berlanjut hingga saat ini menjelang Pilkada serentak 2018, fungsi masjid di Jakarta dan sekitarnya, bahkan merambat ke daerah-daerah lain, fungsi masjid bukan hanya tempat untuk bersujud kepada Allah saja, tapi masjid juga dijadikan ajang politisasi para politikus yang bertopengkan agama, demi kepentingan ambisi dan sahwat kekuasaan yang sesaat.

Islam adalah agama Rahmatan Lil’alamien yang mengajarkan nilai-nilai perdamaian & kasih sayang kpd semua umat manusia, maka selayaknya umat Islam yg mayoritas dinegeri ini menjadi payung, yang dapat memberi keteduhan dan kedamain bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tapi karena politisasi masjid, justru yang terjadi sebaliknya, banyak para Khotib Jumat dan Penceramah Pengajian Masjid yg telah direkrut oleh politisi tertentu, disaat khutbah jumat tanpa merasa bersalah dan berdosa, khutbahnya menjurus pada politik tertentu dng menjelek jelekkan bahkan menghujat serta mencaci maki lawan politiknya.

Masjid yang sejatinya dibuat tempat beribadah dan dakwah-dakwah menyejukkan beralih fungsi menjadi ajang khotbah tentang kebencian dan permusuhan.

Tuduhan bid’ah, ahli neraka, kafir, musyrik dan munafik terhadap paham yang berbeda, ceramah penuh hasutan serta ujaran kebencian terhadap Pemerintah dibeberapa masjid, indikasi telah masuk & semakin menguatnya paham radikalisme agama yang dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang multi etnis, suku, budaya & agama.

Dalam keterangan persnya Gus Sholeh Mz, selaku Ketua Umum FORMASI (Forum Rembuk Masjid Indonesia) mengatakan, deklarasi ini dimaksudkan untuk :

1. Menolak segala bentuk politisasi Masjid.

2. Mengembalikan lagi fungsi Masjid seperti semula yaitu tempat untuk beribadah kepada Allah SWT dan tempat untuk menyampaikan pesan-pesan suci agama Islam.

3. Masjid harus menjadi sarana untuk mempersatukan umat bukan dijadikan sarana memecah bela dan memperuncing perbedaan

4. Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi bukan caci maki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan.

5. Merefleksikan ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin

6. Mencegah jangan sampai masuknya Khotib Jumat & Penceramah Pengajian Masjid yang berpaham radikal. (NU007)

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...