Bermedia Bersama Rakyat

Daya Tidak Ditambah, 2018 Bengkulu Terancam Krisis Listrik

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

NusantaraTerkini.Com – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Hermansyah Burhan mengatakan bila tidak ada penambahan daya maka Bengkulu akan krisis listrik pada 2018.

“Penambahan daya melalui pembangunan transmisi dari PLTU Musi menuju gardu induk di Kota Bengkulu sangat penting untuk menghindari krisis listrik pada 2018,” kata Hermansyah, Jumat, 2 September 2016.

Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan perwakilan warga Kelurahan Teluk Sepang terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

Rencana pembangunan pembangkit berkapasitas 2 x 100 Megawatt (MW) itu mendapat penolakan dari warga. Sebab jarak permukiman dengan rencana lokasi pembangunan PLTU hanya satu kilometer.

Warga khawatir debu dan asap bakaran batu bara akan mencemari udara yang dihirup lebih 3.000 jiwa penduduk di kelurahan tersebut.

Menurutnya, pembangunan pembangkit baru akan menambah daya listrik daerah itu, dimana PLTU batu bara Teluk Sepang direncanakan berproduksi pada tahun 2020.

“Tapi tidak ada pemaksaan pembangunan, karena itu perlu sosialisasi lebih mendalam dari pihak perusahaan,” kata Hermansyah.

Terkait pembangunan jaringan listrik dari PLTU Musi menuju gardu induk di Kota Bengkulu, pemerintah daerah tengah mengupayakan pembebasan lahan masyarakat untuk membangun tapak atau tower. [***]

Sumber: Antarabengkulu.com

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.