Bermedia Bersama Rakyat

Bengkuluku Peduli: Menuju Kota Bebas Katarak

Walikota Bengkulu Helmi Hasan sosok merakyat yang selalu dekat dengan rakyat
Walikota Bengkulu Helmi Hasan sosok merakyat yang selalu dekat dengan rakyat
Walikota Bengkulu Helmi Hasan sosok merakyat yang selalu dekat dengan rakyat

NusantaraTerkini.Com – Indonesia adalah negara kedua penderita katarak terbanyak setelah Etiopia. Setiap tahunnya jumlah penderita katarak di Indonesia bertambah.”Saat ini kebutaan bukan lagi menjadi problem medis, tetapi sudah menjadi problem sosial. Satu orang buta, membuat tiga orang tidak produktif,” kata Dokter Yayan Herianto Spesialis Penyakit Mata saat memberikan kata sambutan pada operasi katarak Bengkulu Ku Peduli di RSUD Kota Bengkulu, Rabu (05/10/2016).

Dokter Yayan Herianto yang tergabung dalam Tim Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek menjelaskan bahwa jika di dalam suatu keluarga terdapat satu orang yang buta, maka ketiga anggota keluarganya bisa menjadi tidak produktif dikarenakan harus selalu menjaga anggota keluarganya yang buta tersebut. “Setiap pemerintahan harus memiliki kepedulian terhadap hal ini. Katarak adalah kebutaan yang bisa terobati,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan mengatakan melalui gerakan Bengkulu Ku Peduli yang bekerjasama dengan Tim Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek ini dapat menekan angka kebutaan di Kota Bengkulu. “Semoga melalui gerakan ini dapat membantu masyarakat kita. Yang tidak bisa melihat, jadi bisa melihat. Yang tidak punya biaya, jadi terbantu. Karena operasi ini gratis,” kata Helmi Hasan.

Dirinya juga kembali menekankan agar camat, lurah dan RT RW semakin aktif untuk peduli terhadap warganya yang membutuhkan pelayanan kesehatan terkhusus warga tidak mampu.

“RSUD Kota boleh belum besar, yang penting pelayanannya bintang lima, kita terus upayakan pelayanan yang maksimal. Berikan senyuman dan kenyamanan, agar tidak hanya pasien yang merasakan pelayanan kita, tetapi juga keluarganya. Sehingga apa yang kita lakukan membawa manfaat dunia dan akhirat,” tutur Helmi Hasan.

Operasi katarak ini ditargetkan mencapai 100 orang pasien, dan dilakukan mulai hari ini Rabu (05/10/2016) sampai Kamis (06/10/2016). “Hari ini pelaksanaan operasi dan besok follow up dari pelaksanaan operasi.” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Herwan Antoni.

Dikatakan Herwan Antoni, pasien untuk operasi katarak ini, sebelumnya sudah di data dengan melakukan pemeriksaan awal oleh petugas puskesmas dan mereka dijaring dari seluruh wilayah yang ada di Kota Bengkulu.

“Petugas medis yang dilibatkan terdiri dari 11 orang termasuk 2 orang dokter spesialis mata dari Tim Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek. Selain itu, kita juga menyiapkan tim dari Dinkes dan RSUD Kota Bengkulu. Keseluruhannya berjumlah 40 orang,” ujar Herwan Antoni.

Di akhir acara Walikota H. Helmi Hasan didampingi Direktur RSUD Kota dr. Lista Cerlyviera dan Sekretaris Daerah Kota Marjon, serta para asisten meninjau langsung persiapan operasi katarak di ruang RSUD. Sebelumnya juga Walikota H. Helmi Hasan memberikan tiga kunci mobil secara simbolis kepada perwakilan puskesmas Kota Bengkulu, mobil tersebut merupakan langkah program Pemkot untuk Mobile Antenatal Care Service yang dipergunakan untuk pemeriksaan ibu hamil. [ADV]

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.