Bermedia Bersama Rakyat

Bangunan Saimen Langgar GSB dan Tak Berizin

NusantaraTerkini.ComBangunan baru Saimen Bakery & Resto di Jalan S. Parman Kota Bengkulu melanggar garis sepadan bangunan (GSB) dan tidak memiliki izin. Namun meski melanggar, belum ada tindakan serius yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Bahkan menurut keterangan pihak Saimen bangunan tersebut berdiri atas dasar kesepakatan saja dengan pihak Pemkot.

Padahal menurut Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, Sanksi administratif akan dikenakan kepada setiap pemilik bangunan. Sanksi tersebut berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan pembangunan, penghentian sementara atau tetap pekerjaan pelaksanaan, pencabutan izin yang telah dikeluarkan dan perintah pembongkaran bangunan.

Pada Pasal 13 UU Nomor 28 tersebut disebutkan bahwa sebuah bangunan harus mempunyai persyaratan jarak bebas bangunan yang meliputi GSB dan jarak antar gedung. Dengan demikian, akan menjadi aneh ketika terjadi pembiaran terhadap bangunan yang melanggar GSB dan tidak memiliki izin. Sementara sudah regulasi yang mengatur tentang itu.

Direktur Saimen Bengkulu Saimon membenarkan jika bangunan tersebut tidak ada izin, hanya kesepakatan antara Pemkot dan Saimen. “Kita ada kesepakatan antara saya dan Pemerintah Kota, karena yang Saimen di Prapto mau pindah ke situ dan yang di depan itu bangunan hanya sementara dan darurat saja selama 10 bulan sambil menunggu bangunan yang di belakang selesai. Kalau bangunan yang belakang selesai, bangunan yang di depan dibongkar,” Kata Saimon.

Saat ditanya apakah bangunan yang memakan GSB tersebut juga diizinkan. “Tidak ada izin, yang diizinkan hanya yang di belakang, di depan hanya kesepakatan saja setelah bangunan di belakang selesai, di depan dibongkar dan saya juga sudah mengobrol sama Walikota, inikan untuk membangun Kota Bengkulu juga,” ungkap Saimon. [NU]

Sumber: RMOL Bengkulu

- Advertisement -

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.